R. Zainal Fatah Suarakan Semangat Kartini dalam Konteks Kebangsaan Modern

SURABAYA – Momentum peringatan Hari Kartini 21 April 2026, Ketua DPD MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jawa Timur Raden Zainal Fatah, merilis pernyataan resmi menitikberatkan pentingnya integrasi nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini ke dalam struktur sosial dan organisasi kemasyarakatan modern.

 

​Melalui pesan visual yang dirilis Zainal Fatah menggarisbawahi bahwa filosofi, Habis Gelap Terbitlah Terang bukan sekadar terminologi historis, melainkan manifestasi dialektika perjuangan yang harus diaktualisasikan oleh seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun).

 

R. Zainal Fatah menyampaikan bahwa Esensi perjuangan Kartini terletak pada intelektualitas dan keberanian mendobrak keadaan yang terhenti di tengah dinamika sosial jawa timur yang kompleks. Peran perempuan dan semangat kesetaraan dipandang sebagai variabel krusial dalam mempercepat pembangunan daerah dan penguatan kohesi sosial.

 

“​Hari Kartini merupakan momentum untuk merefleksikan kembali sejauh mana kita telah memberikan ruang bagi nalar kritis dan inklusivitas ber organisasi. Semangat juang Kartini adalah semangat pembebasan dari keterbelakangan berpikir”, ujar Raden Zainal Fatah.

 

Sebagai nakhoda DPD MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Jawa Timur, R. Zainal Fatah memandang bahwa keterlibatan aktif perempuan dalam struktur organisasi bukan lagi sekadar formalitas, melainkan kebutuhan strategis. Beberapa poin substansial yang dititik beratkan dalam peringatan diantaranya.

  • Memperkuat persatuan di bawah naungan bendera nerah Putih dengan menghormati hak dasar setiap warga negara tanpa memandang konstruksi sosial.
  • ​Meneladani keteguhan prinsip Kartini dalam menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis.

 

Peringatan Hari Kartini 2026 disemogakan menjadi katalisator bagi transformasi sosial yang lebih progresif di Jawa Timur, dengan mengusung semangat heroisme yang intelektual, R. Zainal Fatah mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk tidak hanya terjebak pada seremoni, namun lebih pada implementasi nyata nilai keadilan sosial dan kemanusiaan. (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *