PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Bazar UMKM, Expo Layanan Publik, serta Sosialisasi Perpajakan dan Keuangan Inklusif di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota, Rabu pagi 20 Mei 2026.
Kegiatan yang diinisiasi BPPKAD berkolaborasi dengan Bank Jatim, Bank Indonesia, dan OJK ini mengusung tema _“Bergerak Bersama dengan GEMPITA”_ atau Gerakan Membayar Pajak dan Retribusi ASN & Masyarakat Taat, dalam rangka Pekan Panutan Pajak Tahun 2026.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, dan Ketua TP PKK dr. Evariani hadir membuka sekaligus meninjau kegiatan. Turut hadir perwakilan Forkopimda, pejabat pemkot, pimpinan perusahaan, dan pelaku usaha di Kota Probolinggo.
Kepala BPPKAD Kota Probolinggo Pujo Agung Satrio mengatakan, agenda ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah sekaligus mendorong transparansi keuangan melalui digitalisasi.
“Kami ingin mewujudkan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah atau ETPD, mengubah transaksi pendapatan dan belanja dari tunai menjadi non tunai berbasis digital. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Pemkot, DPRD, Forkopimda, BI, OJK, Bank Jatim, Bank Himbara, Kantor Pos, perangkat daerah, dan masyarakat dalam optimalisasi PAD,” ujarnya.

Pujo juga memaparkan sejumlah capaian kinerja keuangan dan inovasi digital. Realisasi penerimaan PBB naik 54,8% dibanding periode yang sama tahun 2025. Selain itu, ada capaian opsen pajak, BBNKB, sewa tanah aset, dashboard pimpinan, Kopi KrisVa, E-SPPT versi baru, serta MPOS atau Mobile Point of Sale.
Wali Kota dr. Aminuddin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pembangunan di Kota Probolinggo. Ia berharap dukungan itu terus berlanjut, terutama untuk program peningkatan pengelolaan aset daerah.
“Kami berharap partisipasi aktif semua pihak terus ditingkatkan agar kemandirian fiskal benar-benar tercapai. Sesuai target pemerintah pusat, pada akhir 2030 Pendapatan Asli Daerah ditargetkan mencapai Rp400 miliar,” jelasnya.
Target tersebut, lanjut dr. Amin, dapat diraih dengan mengoptimalkan potensi Kota Probolinggo sebagai daerah penyangga pelabuhan, kawasan transit, dan destinasi wisata Gunung Bromo.

“Layanan kereta komuter Surabaya-Probolinggo berpotensi menambah 500 kunjungan per hari. Ekonomi di sekitar stasiun dan pelabuhan akan ikut meningkat. PT KAI juga mengalokasikan anggaran Rp3-5 miliar untuk pengembangan stasiun dan jalur menuju pelabuhan. Ini dua potensi besar yang perlu kita kembangkan,” terang dr. Amin.
Dalam agenda yang sama, Senior Executive Vice President Mikro, Ritel, dan Konsumer Bank Jatim Wioga Adhiarma Aji menyerahkan bantuan CSR untuk pembangunan pusat oleh-oleh UMKM khas Kota Probolinggo. Fasilitas ini diharapkan mendorong perekonomian pelaku usaha lokal melalui tempat belanja yang nyaman, tertata, dan representatif, sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Kegiatan juga diisi dengan penyerahan fasilitas Kartu Kredit Pemerintah Daerah kepada perwakilan kepala perangkat daerah, serta penyerahan Kartu Amanah kepada perwakilan penerima. (Syl)






