PROBOLINGGO | BERITA MADAS – Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya banjir, angin puting beliung, dan banjir rob yang dapat mengancam wilayah dataran rendah serta kawasan pesisir.
Pesan tersebut disampaikan saat dirinya bertindak sebagai pembina apel dalam Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo di kawasan Pantai Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Jumat (16/10/2026) sore.
Menurut Aminuddin, penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan tindakan ketika bencana telah terjadi. Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan perlu dipersiapkan sejak dini melalui pemahaman terhadap ancaman, penyebaran informasi, serta peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.
“Kota Probolinggo ini aman, tetapi kita tetap harus waspada. Kita punya risiko banjir, angin puting beliung hingga ancaman rob karena wilayah kita dataran rendah,” ujar Aminuddin.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo telah mendukung kesiapsiagaan melalui sistem peringatan dini atau early warning system yang terpusat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo.
Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya pemantauan terhadap potensi ancaman, termasuk aktivitas kegempaan berskala kecil di wilayah Probolinggo serta perkembangan aktivitas Gunung Bromo yang perlu diperhatikan dalam konteks kesiapsiagaan.
Meski demikian, keberadaan sistem peringatan dini perlu diimbangi kemampuan masyarakat dalam memahami informasi dan menentukan tindakan yang tepat. Informasi peringatan harus dapat diterjemahkan menjadi langkah antisipasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta dari Keltana di 29 kelurahan serta unsur pentahelix tersebut, Aminuddin juga mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah, relawan, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Ia berharap FPRB dapat menjadi wadah koordinasi yang mendorong pelaksanaan pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.
“Kami berharap forum ini dapat bersama-sama menciptakan Kota Probolinggo menjadi kota yang tangguh terhadap bencana,” tegasnya.
Melalui penguatan mitigasi dan partisipasi masyarakat, pemerintah berharap kesiapsiagaan dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama. Warga diharapkan semakin mengenali potensi ancaman di lingkungannya serta memahami langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga ketika terjadi keadaan darurat. (Syl)






