MAKKAH – Persiapan kepulangan jamaah haji Kabupaten Probolinggo mulai dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan penimbangan koper jamaah Kloter SUB 02 yang dilaksanakan di Hotel 102 Makkah bersama pihak Saudi Airlines sekaligus briefing ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) dengan petugas maskapai, menjelang kepulangan ke tanah air, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh barang bawaan jamaah sesuai dengan ketentuan penerbangan sehingga proses kepulangan dapat berjalan lancar tanpa kendala. Dalam kesempatan tersebut, petugas kembali mengingatkan jamaah agar tidak membawa barang-barang yang dilarang masuk pesawat serta memperhatikan batas maksimal berat koper.
Sesuai ketentuan, setiap jamaah diperbolehkan membawa satu koper besar dengan berat maksimal 32 kilogram, satu koper kabin maksimal 7 kilogram dan satu tas paspor atau tas jinjing untuk menyimpan dokumen penting, obat-obatan serta barang berharga.
Selain itu, jamaah juga diingatkan agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper kabin maupun koper bagasi. Air zamzam akan diberikan secara gratis kepada jamaah setibanya di asrama haji di Indonesia. Otoritas bandara Arab Saudi akan membongkar koper yang ditemukan berisi air zamzam.
Plh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo Ervin Syarif Arifin mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh jamaah agar mematuhi aturan penerbangan demi kelancaran proses kepulangan.
“Kami menghimbau kepada seluruh jamaah haji Kabupaten Probolinggo, baik Kloter SUB 01, SUB 02, SUB 03 maupun SUB 04 agar tidak membawa barang-barang yang dilarang dalam penerbangan dan memastikan berat koper tidak melebihi ketentuan. Hal ini penting agar koper tidak perlu dibongkar saat pemeriksaan dan proses kepulangan jamaah dapat berjalan lancar serta nyaman,” katanya.
Menurut Ervin, sejumlah barang yang dilarang dibawa antara lain air zamzam, aerosol, power bank di bagasi, benda tajam, korek api, senjata api maupun mainan yang menyerupai senjata api serta barang-barang berbahaya lainnya.
“Paspor harus selalu dipegang sendiri dan disimpan di tas paspor. Kami juga mengingatkan jamaah untuk mematuhi seluruh panduan yang telah disampaikan petugas kloter, termasuk menjaga barang bawaan sesuai aturan maskapai. Dengan disiplin dan kepatuhan jamaah, Insya Allah proses kepulangan ke tanah air dapat berlangsung aman, tertib dan lancar,” jelasnya.
Ervin berharap seluruh jamaah haji Kabupaten Probolinggo dapat kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat dan membawa predikat haji yang mabrur. “Kami berdoa semoga seluruh jamaah diberikan kemudahan hingga tiba kembali di tanah air dengan selamat, sehat serta menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya. (Syl)








