LAMONGAN | BERITA MADAS – Dugaan kurangnya transparansi Pemerintah Desa (Pemdes) Ngambeg, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan dalam pengelolaan anggaran menjadi salah satu isu hukum dan sosial yang paling sering memicu konflik antara aparatur desa dan masyarakat, Minggu 01/11/2026.
Gerakan Pemuda Desa Ngambeg Bersatu resmi melayangkan surat audiensi terbuka Nomor: 01 kepada Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngambeg.
Pertemuan krusial tersebut dijadwalkan berlangsung di Balai Desa Ngambeg, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Minggu 1 November 2026 pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Langkah berani ini diambil perwakilan elemen pemuda menyusul memuncaknya keresahan warga terkait dugaan penyimpangan anggaran serta berbagai kejanggalan administrasi desa yang dinilai tertutup dan kurang transparansi publik.
Surat audiensi tertanggal 29 Oktober 2026 tersebut dikirimkan oleh Koordinator Fere Saidin Al Jihat dan Sekretaris Bahar Mujahidin, serta diketahui Ketua Karang Taruna Fahmi Imanul Yaoin, dengan tembusan resmi kepada Ketua BPD Ngambeg.
Koordinator Gerakan Pemuda Desa Ngambeg Bersatu, Fere Saidin Al Jihat, menegaskan bahwa mereka memilih jalur formal konstitusional dengan membawa 6 pokok pikiran utama untuk dijawab secara transparan oleh Pemdes Ngambeg.
Adapun 6 poin tuntutan tersebut meliputi:
1. Pengembalian utuh dana warga untuk sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang tak kunjung terbit,
2. Transparansi laporan keuangan pengelolaan air bersih (Water and Sanitation for Low Income Communities/WSLIC),
3. Kejelasan dana pengadaan kambing program ketahanan pangan,
4. Keabsahan hukum mutasi pengangkatan Sekretaris Desa (Sekdes) baru,
5. Kejelasan tata kelola Gapoktan, serta
6. Transparansi Pendapatan Asli Desa (PAD) dari hasil lelang sawah bengkok.
“Poin-poin ini menyangkut hajat hidup warga. Kami memilih musyawarah beradab agar situasi desa tetap kondusif dan tidak berujung aksi anarkis,” tegas Fere.
Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Ngambeg terpantau belum memberikan konfirmasi atau pernyataan resmi terkait kesiapan mereka menghadiri audiensi tersebut. Masyarakat kini menantikan klarifikasi terbuka dari Pj Kades Ngambeg beserta jajaran perangkat desa.
(Prananda)






