Lamongan, BERITAMADAS 26 Januari 2026 – Di tengah guyuran hujan deras, personel Polsek Kalitengah unjuk gigi dengan memantau ketinggian air luapan Bengawan Jero yang mengancam Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Pada Minggu (25/1/2026) pukul 08.00–15.00 WIB, tim gabungan menyisir wilayah rawan.
Banjir merendam ratusan rumah, jalan poros hingga 2.000 meter, sekolah, mushola, puskesmas, serta 1.509 Ha sawah/tambak. Desa terparah seperti Bojoasri (50–60 cm) dan Jelakcatur (60–65 cm) kini jadi perhatian utama, dengan 1.090 rumah warga terancam.
Ringkasan Dampak Utama:
- Rumah Terendam: 1.090 unit (paling banyak di Jelakcatur: 295, Bojoasri: 143).
- Jalan Rusak: Total 7.885 meter (poros & lingkungan), banyak terendam 5–10 cm.
- Pendidikan Terganggu: 13 TK/PAUD, 8 SD/MI, 1 SMP, 1 SMA.
- Lahan Produktif: 1.509 Ha sawah/tambak hilang produktivitas.
- Fasilitas Umum: 4 mushola, 3 puskesmas pembantu, 5 kantor pemerintahan.
Kapolsek Kalitengah menegaskan.
“Kami tak kenal lelah menjaga warga. Pantauan ini memastikan evakuasi tepat waktu dan bantuan cepat tiba. Bersama masyarakat, kita lawan banjir!” Tegasnya
Redaksi Asran





