Lamongan, BERITAMADAS 23 Januari 2026 – Banjir luapan Bengawan Jero kembali mengguyur wilayah Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menggenangi ratusan rumah warga, jalan poros, dan lahan pertanian. Polsek Kalitengah dengan sigap melakukan pemantauan intensif sejak Kamis (22/1/2026) pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB, memastikan keselamatan masyarakat di tengah ketinggian air yang mencapai 70 cm di beberapa desa.
Kapolsek Kalitengah melaporkan bahwa banjir ini paling parah di Desa Bojoasri dengan ketinggian air rata-rata 60-70 cm, menggenangi 143 rumah, 2.000 meter jalan poros, serta 285 hektare sawah dan tambak. Dampak serupa melanda delapan desa lain seperti Blajo, Lukrejo, Pucangtelu, Pucangro, Gambuhan, Tiwet, Somosari, dan Jelakcatur, dengan total lebih dari 1.000 rumah terdampak, ribuan meter jalan rusak, serta berbagai fasilitas pendidikan, ibadah, dan pemerintahan terganggu. Beberapa desa bahkan mencatat kenaikan air hingga +2 cm per jam, sementara penurunan terlihat di lokasi tertentu seperti Gambuhan (-2 cm).
“Dalam situasi darurat ini, Polsek Kalitengah berkomitmen penuh menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Personel kami terus memantau perkembangan, berkoordinasi dengan pemerintah desa, serta siap membantu evakuasi jika diperlukan,” ujar Kapolsek Kalitengah.
Redaksi Asran





