
Lamongan, BERITAMADAS 20 Januari 2026 – Aula Gedung Korpri Lamongan bergemuruh sorak sorai Rabu lalu, saat para tokoh seniman, sastrawan, dan budayawan berkumpul dalam pameran seni rupa bertajuk “Ekologis Lamongan Megilan: Megilan dalam Lipatan Tanah dan Air”. Inisiatif gemilang dari Komunitas Pelukis Lamongan (Kospela) dan Lembaga Terpadu Douglas Club ini, turut diwarnai kehadiran merdu Ibu-Ibu Angklung Gotong-Royong Surabaya. Hadirin membludak, termasuk seniman dari Surabaya, Gresik, Madura, Sidoarjo, Ponorogo, Malang, Jombang, Tuban, Semarang, hingga Bali, bukti semangat kolaborasi lintas daerah demi bumi yang terluka.
Cak Rochim, budayawan Lamongan tulen sekaligus protokoler acara, membuka mata hati semua orang
“Setiap anak negeri, tak peduli generasi, agama, ras, suku, atau profesi, punya tanggung jawab besar! Dengan keahlian kita masing-masing, mari sikapi persoalan bangsa. Tujuannya sederhana: wujudkan keadilan, kesejahteraan, kemakmuran Indonesia, dan bangkitkan patriotisme generasi muda!” ujarnya
Sambutan mengharukan datang dari Ketua PCNU Kabupaten Lamongan, Syahrul Munir, M.Pd.I (Gus Syahrul).
“Pameran ini bukan sekadar lukisan, tapi tamparan keras buat kita semua!” tegas Gus Syahrul.
Ia mengapresiasi Kospela yang kritis menyoroti bencana akibat penebangan liar dan tambang ilegal, penyakit rakus manusia yang merusak alam, picu musibah di Aceh, Sumatra, dan mana-mana.
“Karya pelukis Lamongan ini adalah kritik, saran, sekaligus doa agar kita jaga nilai luhur bangsa. Inspiratif sekali!” tambahnya
Tak ketinggalan, duo maestro lukis Darmanto dan Hartono dari Semarang berbagi cerita intim kepada awak media.
“Melalui guratan kuas di kanvas, kami tuang emosi dan cinta mendalam pada alam tanah air,” ujarnya
Harapannya, Karya-karya ini membangunkan kesadaran masyarakat, jaga keseimbangan sosial-ekosistem sebelum terlambat!
Redaksi Asran





