Lamongan, BERITAMADAS 1 Februari 2026 – Banjir luapan Bengawan Jero kembali menguji ketangguhan warga Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Dalam situasi darurat ini, Polsek Kalitengah menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan dengan melakukan pemantauan intensif ketinggian air yang menggenangi rumah, jalan, sekolah, dan lahan pertanian di 11 desa wilayah hukumnya. Kegiatan ini bertujuan memastikan keselamatan masyarakat dan mendukung respons cepat penanganan bencana.
Pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 08.00–15.00 WIB, personel Polsek Kalitengah turun langsung ke lapangan. Hasil pantauan mengungkap dampak signifikan banjir di berbagai desa:
- Desa Bojoasri (ketinggian air 40–45 cm): 143 rumah, 2.000 m jalan poros, 1.300 m jalan lingkungan, 9 lembaga pendidikan, 2 mushola, 1 kantor pemerintahan, dan 285 Ha sawah/tambak terdampak.
- Desa Blajo (10–30 cm): 60 rumah, 580 m jalan, 1 sekolah, 2 mushola, 1 kantor pemerintahan, 72 Ha sawah/tambak.
- Desa Pucangtelu (10–15 cm): 182 rumah, 540 m jalan, 2 lembaga pendidikan, 142 Ha sawah/tambak.
- Desa Pucangro (30–40 cm): 54 rumah, 600 m jalan lingkungan, 1 mushola, 1 puskesmas pembantu, 187 Ha sawah/tambak.
- Desa Gambuhan (5–15 cm): 80 rumah, 200 m jalan, 1 sekolah, 63 Ha sawah/tambak.
- Desa Tiwet (5–10 cm): 40 rumah, 40 m jalan, 2 lembaga pendidikan, 1 puskesmas pembantu, 2 kantor pemerintahan, 49 Ha sawah/tambak.
- Desa Somosari (10–25 cm): 168 rumah, 500 m jalan, 1 TK/PAUD, 1 mushola, 1 puskesmas pembantu, 1 kantor pemerintahan, 250 Ha sawah/tambak.
- Desa Jelakcatur (30–40 cm): 295 rumah, 800 m jalan, 2 lembaga pendidikan, 1 masjid, 1 puskesmas pembantu, 1 kantor pemerintahan, 160 Ha sawah/tambak.
- Desa Lukrejo, Mungli, Cluring: Terutama lahan sawah/tambak (total 652 Ha) terendam, tanpa dampak rumah tinggal signifikan.
Kepala Polsek Kalitengah, AKP Heri, menyatakan,
“Kami tidak hanya memantau, tapi siap berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah desa, dan relawan untuk evakuasi serta bantuan logistik. Banjir ini mengancam ribuan jiwa dan mata pencaharian petani, tapi dengan gotong royong, kita bisa melewatinya.” Ujarnya
Redaksi Gaguk





