SURABAYA, BERITAMADAS 3 Januari 2026 – Tuduhan keji yang melabeli Organisasi Masyarakat (Ormas) MADAS Sedarah sebagai “premanisme” mendapat bantahan keras dari Ketua Umumnya, Bung Taufik. Ia menyebutnya sebagai “bom waktu fitnah” yang sengaja dilempar oknum beragenda politik untuk membakar persatuan bangsa.
“Dalam negeri yang menjunjung Pancasila, tuduhan ini adalah pembohongan publik paling busuk! MADAS Sedarah bukan ormas jalanan, tapi benteng perjuangan sosial, budaya, dan hukum bagi masyarakat Madura yang selalu setia pada UUD 1945 dan supremasi hukum NKRI,” tegas Bung Taufik Sabtu (3/1/2026).
Sejak berdiri, MADAS Sedarah tak henti berjuang. Advokasi bagi rakyat kecil yang tercekik ketidakadilan, pelestarian warisan budaya Madura yang megah, hingga penguatan ikatan persaudaraan antar warga. Semua lewat jalur hukum, dialog damai, dan sentuhan persuasif bukan kekerasan sesaat.
“Kami resmi terdaftar, punya struktur kokoh, AD/ART tegas, dan program nyata yang menyentuh hati masyarakat. Jangan biarkan fitnah ini meracuni pikiran publik dan memecah belah kita!” serunya, sambil menyayangkan upaya framing negatif yang kian merajalela.
Bung Taufik tak tinggal diam.
“Oknum pelanggar hukum? Proses saja sesuai aturan! Tapi jangan nodai nama besar organisasi kami demi kepentingan kotor. Kami siap tempur di pengadilan jika fitnah ini terus bergulir tanpa bukti.” Tambahnya
“Kami terbuka lebar lihat sendiri kontribusi kami untuk bangsa. MADAS Sedarah adalah sahabat rakyat, bukan musuh!” tutupnya dengan penuh keyakinan.
Dukungan pun mengalir deras dari tokoh masyarakat Madura. Mereka mengecam stigmatisasi ini, serentak memuji peran MADAS dalam menolong yang lemah dan menjaga harmoni sosial.
Redaksi Asis








