Surabaya, BERITAMADAS – Organisasi Masyarakat Madura Asli Sedarah (MADAS Sedarah) resmi mengambil langkah tegas. Ketua Umum MADAS Sedarah, Mohammad Taufik atau yang akrab disapa Bung Taufik, pada Senin (5/1/2026) melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ke DPRD Kota Surabaya.
Laporan tersebut bukan sekadar formalitas. Bung Taufik menegaskan, pihaknya keberatan atas framing dan pernyataan yang dinilai menyudutkan serta mendiskreditkan Ormas MADAS Sedarah di ruang publik.
“Kami menyampaikan pengaduan dan beberapa permintaan kepada DPRD Kota Surabaya karena kami meyakini DPRD masih berdiri tegak lurus pada kepentingan masyarakat,” ujar Bung Taufik.
Bung Taufik dengan tegas membantah adanya keterkaitan MADAS Sedarah dengan suatu peristiwa tertentu yang belakangan ini ramai diberitakan. Ia menyebut, opini publik seolah sengaja dibangun untuk mengaitkan organisasi yang dipimpinnya dengan peristiwa tersebut.
“Dalam berita acara pemeriksaan kepolisian yang dilakukan beberapa hari lalu, tidak ada satu pun keterkaitan antara peristiwa tersebut dengan Ormas MADAS Sedarah,” tegasnya.
Menurutnya, framing yang berkembang di publik tidak hanya merugikan nama baik organisasi, tetapi juga meluas menjadi stigma negatif terhadap kesukuan Madura secara umum.
“Tindakan ini telah mencoreng marwah organisasi kami dan berpotensi memicu stigma sosial serta persepsi keliru seolah-olah Ormas MADAS Sedarah identik dengan tindakan arogan atau premanisme, padahal itu tidak benar,” jelasnya.
Atas dasar itu, MADAS Sedarah meminta DPRD Kota Surabaya menggunakan kewenangannya untuk memanggil Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, guna memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik.
“Kami ingin duduk persoalan ini dibuka secara terang benderang. Jangan ada lagi opini yang menyesatkan dan merugikan nama baik organisasi maupun identitas kesukuan tertentu,” tambah Bung Taufik.
Pihaknya berharap, DPRD dapat menjadi penengah yang adil sekaligus memastikan bahwa setiap pejabat publik berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik agar tidak menimbulkan kegaduhan dan ketidakadilan baru.
Redaksi Aziz








