LAMONGAN , BERITA MADAS – Dalam rangka memitigasi risiko kerawanan sosial serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Solokuro mengambil langkah taktis. Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto memimpin apel kesiapan pengamanan dan pengawalan pemberangkatan calon warga Perguruan Silat Setia Hati wilayah Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Rombongan calon warga bertolak dari titik kumpul di wilayah Solokuro menuju Padepokan Pusat di Desa Turi, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Mobilisasi massa ini dilakukan untuk menghadiri prosesi sakral pengesahan warga baru yang dikenal sebagai calon kadhang.

AKP Joko Suprianto menegaskan bahwa fokus utama operasi pengamanan adalah menjamin adanya keseimbangan antara kelancaran tradisi budaya dan penegakan hukum di jalan raya. Pihak kepolisian berkomitmen untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan, baik pada saat keberangkatan maupun kepulangan.
“Kami mengimbau kepada seluruh calon warga dan pendamping untuk tetap menjaga ketertiban, mematuhi peraturan lalu lintas, serta tidak mudah terprovokasi oleh situasi di jalan. Kehadiran Polri bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujar AKP Joko Suprianto.

Untuk mengantisipasi potensi friksi antarkelompok dan menjaga arus lalu lintas tetap stabil, Polsek Solokuro menerapkan strategi pengamanan berlapis yang terintegrasi dengan jajaran Polres Lamongan. Strategi mitigasi tersebut bertumpu pada tiga pilar utama.
Pertama, penempatan personel secara strategis di barisan depan dan belakang rombongan untuk mengontrol kecepatan dan formasi massa. Kedua, penempatan personel di titik-titik persimpangan krusial guna mencegah penumpukan massa dan meminimalkan interaksi negatif dengan pengguna jalan lain. Ketiga, membangun komunikasi intensif dua arah dengan koordinator perguruan silat untuk memastikan internalisasi kedisiplinan dan kepatuhan terhadap instruksi.
Melalui langkah preventif dan humanis ini, Polsek Solokuro tidak hanya berhasil mereduksi potensi konflik horizontal, tetapi juga memberikan contoh positif. Upaya ini membuktikan bahwa pelestarian tradisi pencak silat dapat berjalan selaras dengan terwujudnya rasa aman di ruang publik. (Red)






