TPQ Al Hidayah Ketawang Gelar Khataman dan Imtihan ke-9, Canangkan Program Tahfidz Anak di Bawah 9 Tahun

KARANGENENG | BERITA MADAS – Momentum pembentukan karakter generasi Qurani kembali dipertegas dalam perayaan akademik dan spiritual tingkat dasar. Taman Pendidikan Al Qur’an Al Hidayah Desa Ketawang, Kecamatan Karanggeneng secara resmi menyelenggarakan agenda tahunan Khataman dan Imtihan ke-9 pada Minggu, 16 Agustus 2026.

 

Perayaan ini sekaligus menjadi pijakan strategis bagi lembaga dalam mengintegrasikan kurikulum dasar membaca Al Qur’an menuju fase memorisasi intensif. Dalam kegiatan tersebut TPQ Al Hidayah juga mencanangkan program tahfidz usia dini.

 

Mengusung tema “Menuju Program Tahfidz, Kita Wujudkan Anak Hafal Al Qur’an Usia di Bawah 9 Tahun”, seremoni ini merefleksikan komitmen pedagogis TPQ Al Hidayah dalam memanfaatkan periode emas perkembangan kognitif anak.

 

Pada angkatan ke-9 ini sebanyak 9 santri berhasil menyelesaikan tahapan uji kompetensi bacaan. Para santri melafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an secara tartil di hadapan para penguji dan wali santri.

 

Prosesi imtihan berlangsung khidmat dan menjadi parameter evaluasi komprehensif atas penguasaan kaidah tajwid, makharijul huruf, hingga kelancaran artikulasi santri. Uji publik ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan juga menjadi instrumen akuntabilitas mutu pendidikan nonformal yang diaplikasikan lembaga kepada masyarakat.

 

Kepala TPQ Al Hidayah menegaskan bahwa keberhasilan sembilan santri tersebut merupakan fase fondasional sebelum melangkah ke jenjang tahfidz yang lebih terstruktur.

 

“Pendidikan literasi Qurani pada usia dini menuntut formulasi metode yang adaptif terhadap psikologi perkembangan anak. Fokus utama mencetak huffaz di bawah usia 9 tahun bukan sekadar akselerasi hafalan, melainkan internalisasi nilai kitab suci sebagai basis kecerdasan spiritual dan moral sejak bangku dasar,” ujarnya dalam pidato iftitah.

 

Pemberdayaan tradisi tahfidz usia belia diproyeksikan menjadi katalisator penguatan sumber daya manusia berbasis religiositas di kawasan pedesaan.

 

Acara ditutup dengan prosesi penyerahan syahadah khataman, munajat bersama, serta penegasan komitmen kemitraan antara para asatidz dan wali santri untuk mengawal disiplin muraja’ah di lingkungan keluarga. (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *