Armuji Minta Maaf Soal Penyebutan Logo Madas di Video Sidak Nenek Elina

Surabaya, BERITAMADAS – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait pernyataannya dalam video sidak kasus pengusiran dan pembongkaran paksa rumah nenek Elina Widjayanti (80) yang sempat viral di media sosial.

Permintaan maaf itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Selasa (6/1/2026), yang dihadiri perwakilan organisasi masyarakat Madura Asli (Madas) Sedarah dan Rektor Unitomo sebagai fasilitator mediasi.

Armuji mengakui bahwa dalam video sidak yang beredar, ia sempat menyinggung soal dugaan pelaku yang disebut terkait dengan ormas Madas. Ia menegaskan, pernyataannya tersebut berangkat dari informasi awal yang ia terima di lapangan.

“Saya ini awalnya ditelepon terus, di-mention terus di media sosial setelah video pengusiran itu viral. Karena telepon terus berdering, laporan masuk ke tempat saya, akhirnya saya datang ke sana,” jelas Armuji.

Menurutnya, setibanya di lokasi, ia langsung meminta agar semua pihak yang terkait dihadirkan.

Saya datang ke sana itu, saya bilang, harus datangkan korban, Nenek Elina dan keluarganya, termasuk pengacara. Lalu, saya tahu siapa Samuel setelah ada dialog dengan korban dan ketua RT,” imbuhnya.

Armuji menekankan bahwa sejak awal ia berulang kali menyebut istilah “oknum” dalam video yang diunggahnya, bukan menggeneralisasi ormas tertentu.

Setelah saya dialog sama si Iwan dan Bu Joni, saya bolak-balik ngomong oknum, oknum, oknum ormas, oknum, ya oknum, ya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dugaan bahwa pelaku terkait dengan ormas Madas muncul dari keterangan keluarga Nenek Elina, dalam hal ini Iwan, cucu keponakan Elina.

“Informasi bahwa pelakunya diduga dari Madas itu saya dapat dari Iwan. Dari sana saya kemudian menindaklanjuti,” ujar Armuji.

Di sisi lain, berdasarkan bukti yang beredar, salah satu pelaku bernama Muhammad Yasin tampak mengenakan pakaian berwarna merah dengan tulisan “Gong Xi Fa Cai”. Dari situ, Armuji mengakui bahwa ia sempat mengaitkan pakaian tersebut dengan logo ormas tertentu.

Nah, mungkin saat itu saya sempat bilang, ‘Itu, si Yasin yang pakai ada logo si Madas’,” tuturnya.

Dalam forum mediasi di Unitomo tersebut, Armuji menyampaikan permintaan maafnya kepada pihak Madas jika pernyataannya menimbulkan kegaduhan, kesalahpahaman, maupun merugikan nama baik ormas.

Ia juga menegaskan pentingnya menunggu proses hukum dan klarifikasi data serta fakta di lapangan agar tidak ada pihak yang dikorbankan akibat informasi yang belum lengkap.

Konferensi pers ini diharapkan menjadi momentum klarifikasi bersama, sekaligus meredam tensi di tengah masyarakat, serta mengembalikan fokus pada pemulihan hak-hak Nenek Elina sebagai korban pengusiran dan pembongkaran paksa.

 

Redaksi Aziz

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *