Surabaya, beritamadas 26 Desember 2025 – Pak Yasin datang langsung ke kantor Ketua Umum DPP Madas Sedarah, Bung Taufik, untuk klarifikasi terkait isu dugaan pengusiran nenek (E) dan mohon maaf atas adanya kejadian tersebut kepada seluruh masyarakat atau yang merasa menjadi korban akibat kejadian tersebut. Kunjungan ini menunjukkan tekad kuatnya bertanggung jawab pribadi, sambil mengungkap kebenaran hakiki opini salah di media sosial yang mengaitkan aksi tersebut dengan ormas.
Pak Yasin menyerahkan surat permohonan cuti sementara dari kegiatan ormas, menegaskan komitmen penuh tanggung jawab dalam adanya peristiwa ini.
” Saya berkomitmen bertanggung jawab sepenuhnya, tapi penggiringan opini di platform media banyak yang tidak benar,” tegasnya.
Ia jelaskan bahwa saat menggandeng nenek tua itu, ia atas perintah Pak Samuel untuk antar pulang karena ibu tersebut sudah lanjut usia mau di gendong dan salah rumah.
Bung Taufik menghargai langkah Pak Yasin, tapi mengklarifikasi bahwa kejadian itu terjadi sebelum Yasin bergabung ke jajaran DPP Madas Sedarah.
“Sahabat Yasin belum masuk DPP saat itu, jadi ini urusan pribadi, bukan ormas, karena pada waktu kejadian itu madas sedarah belum terbentuk” ujar Ketua Umum DPP yang menekankan organisasi tidak terlibat.
Pak Yasin menegaskan aksinya murni inisiatif pribadi, bukan atas nama Madas Sedarah. Baju merah yang dikenakan hanyalah pakaian sehari-hari, bukan seragam ormas, dan pemberitaan yang beredar salah mengaitkan dengan organisasi.
“Saya bergerak atas diri sendiri, bukan nama ormas, dan saya tekankan sekali lagi saya sangat menghargai orang tua” pungkasnya.
Redaksi Asran








