Komisi II DPRD Probolinggo Sidak Perseroda BTT, Soroti Penyertaan Modal Rp18,45 M dan Target PAD 2027

PROBOLINGGO, BERITA MADAS – Kinerja awal Perseroda Bahari Tanjung Tembaga atau BTT Kota Probolinggo jadi perhatian serius Komisi II DPRD Kota Probolinggo. Lewat inspeksi mendadak Kamis, 18 Juni 2026, legislatif memastikan perkembangan perusahaan daerah berjalan sesuai tujuan pembentukan dan amanah penyertaan modal yang ditetapkan.

 

Ketua Komisi II sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ryadlus Sholihin Firdaus, menjelaskan sidak dilakukan sebagai bagian fungsi pengawasan DPRD pasca pemisahan penyertaan modal BTT yang sudah diputuskan sebelumnya.

 

“Komisi II hari ini sidak ke Perseroda BTT karena amanah Perda terkait penyertaan modal sudah dipisahkan DPRD. Karena itu kami wajib memonitor perkembangan dan kegiatan perusahaan,” ujar Ryadlus.

 

Dari hasil pemantauan sementara, Komisi II menilai laporan dan perkembangan BTT menunjukkan capaian cukup positif. Ini akan jadi bahan rekomendasi DPRD untuk keputusan lanjutan soal penyertaan modal.

 

Total penyertaan modal yang direncanakan mencapai Rp18,45 miliar. DPRD masih akan mengevaluasi apakah pencairan bisa dipercepat dari skema tiga tahun, atau justru perlu penyesuaian sesuai kondisi dan kebutuhan perusahaan.

 

Ryadlus menyebut kondisi keuangan BTT saat ini masih rugi berjalan sekitar Rp750 juta. Namun angka itu dinilai wajar mengingat usia operasional perusahaan masih relatif baru.

 

Ia juga menyampaikan masih ada anggaran sekitar Rp2 miliar yang belum digunakan. Menurut manajemen, dana itu belum dimanfaatkan penuh karena penggunaan anggaran dilakukan bertahap sesuai regulasi.

 

Komisi II menilai capaian tersebut cukup menjanjikan. Berdasarkan proyeksi manajemen, BTT ditargetkan mulai memberi kontribusi ke Pendapatan Asli Daerah Kota Probolinggo pada awal 2027 dengan estimasi mendekati Rp200 juta.

 

“Sebagai Perseroda yang baru jalan enam bulan dan sudah punya proyeksi kontribusi PAD, menurut saya ini perkembangan bagus. Kami optimistis dan masih yakin pada manajemen BTT karena bekerja profesional dan tidak tersentuh intervensi politik praktis,” tegas Ryadlus.

Direktur Utama Perseroda BTT, Noviyadi, menyampaikan operasional perusahaan baru efektif berjalan setelah seluruh regulasi pendukung lengkap.

 

Hingga kini BTT sudah memiliki lima unit kendaraan operasional: dua unit baru dan tiga unit bekas untuk menunjang aktivitas usaha.

 

Terkait rugi berjalan, Noviyadi menegaskan itu hal lumrah di fase awal badan usaha. Pada tahap awal perusahaan memang dibebani kebutuhan investasi dan pengeluaran operasional.

 

“Rugi berjalan sekitar Rp700 juta lebih itu akumulasi sejak awal sampai bulan keenam. Tapi dari sisi efisiensi, penerapannya sudah cukup baik,” jelasnya.

 

Perseroda BTT menargetkan tahun pertama operasional bisa membukukan keuntungan bersih sekitar Rp200 juta setelah dikurangi pajak dan pembagian sesuai ketentuan.

 

Sumber pendapatan ke depan akan berasal dari beberapa sektor: aktivitas tracking dan operasional yang berjalan saat ini, pengelolaan pabrik es, hingga suplai air bersih yang ditargetkan mulai menghasilkan pendapatan pada Agustus mendatang.

 

Dengan evaluasi DPRD dan optimisme manajemen, Perseroda BTT diharapkan berkembang jadi perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan memberi kontribusi nyata untuk peningkatan PAD Kota Probolinggo. (Syl)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *