KONI Kawal Nasib Atlet Dayung Najwa yang Gagal Masuk SMAN 4 Jalur Prestasi SPMB

PROBOLINGGO , BERITA MADAS – Kasus tidak diterimanya atlet muda berprestasi lewat jalur prestasi Seleksi Penerimaan Murid Baru jadi sorotan serius di forum pengaduan Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Selasa (23/06/2026).

 

Dalam forum itu, Ketua KONI Kota Probolinggo Zulfikar Imawan menegaskan kehadiran KONI bukan untuk mengintervensi kewenangan sekolah. Kehadiran mereka murni bentuk kepedulian dan pengawalan hak atlet yang layak mendapat apresiasi atas prestasinya.

 

Pengaduan menyoroti Najwa Putri Ayu Pramita, atlet binaan KONI yang gagal masuk SMAN 4 Kota Probolinggo lewat jalur prestasi. Padahal ia punya catatan prestasi olahraga tingkat provinsi. Zulfikar menjelaskan, Najwa adalah atlet cabang dayung yang mengharumkan nama Kota Probolinggo di Pekan Olahraga Provinsi Jatim ke-IX 2025.

 

“Benar, ada atlet binaan KONI, Nanda Najwa dari cabang dayung. Dia daftar ke SMA Negeri 4 jalur prestasi. Atlet ini dapat dua medali perunggu di nomor SUP 200 dan SUP 1000 Porprov ke-IX 2025,” ujar Zulfikar saat RDP berlangsung.

 

Menurutnya, capaian dua medali tingkat provinsi seharusnya jadi indikator utama penilaian jalur prestasi. Apalagi untuk siswa SMP yang melanjutkan ke SMA. KONI, tegas Zulfikar, tidak mencampuri hak prerogatif sekolah dalam menentukan siswa baru. Tapi mereka perlu memastikan atlet daerah dapat kesempatan adil dan penghargaan sesuai prestasi.

“Ini bukan intervensi hak prerogatif sekolah. KONI hanya mengawal hak atlet kami yang semestinya bisa diterima lewat jalur prestasi berdasar medali Porprov. Atlet SMP dengan dua medali tapi tidak dapat apresiasi sekolah, tentu perlu klarifikasi,” tegasnya.

 

Zulfikar menyerahkan proses klarifikasi ke pihak sekolah. Tujuannya untuk mengetahui jelas letak persoalan, baik dari sisi administrasi maupun mekanisme penilaian yang membuat Najwa tidak lolos. Najwa Putri Ayu Pramita, siswi SMP Negeri 2 Kota Probolinggo asal Jalan Letjen Sutoyo, juga menyampaikan langsung pengalamannya di forum.

 

“Saya daftar ke SMAN 4 dari SMP Negeri 2 lewat jalur prestasi. Kendalanya sertifikat Porprov saya tidak diterima. Saya kurang tahu sebabnya, padahal saya punya prestasi dayung dan dapat dua medali perunggu tahun 2025,” ungkap Najwa.

 

Ia berharap ada penjelasan terbuka atas kasus ini. Supaya jadi pembelajaran untuk penerimaan jalur prestasi ke depan.

 

“Harapan saya ada kejelasan dan perhatian untuk prestasi atlet. Agar ke depan atlet yang berjuang bawa nama daerah bisa dapat kesempatan yang sesuai,” harapnya.

 

Lewat forum pengaduan Komisi I DPRD ini, diharapkan muncul ruang penyelesaian dan evaluasi mekanisme jalur prestasi. Tujuannya agar siswa berprestasi, khususnya atlet yang sudah bawa nama daerah di ajang resmi, tetap dapat kesempatan yang adil. (Syl)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *