Bangkalan, BERITAMADAS 13 Januari 2026 – Proyek rehabilitasi ruang kelas di SDN Patemon, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, berujung kontroversi. Setelah klarifikasi Awak Media kepada Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, terungkap bahwa kayu atap sekolah memang sudah keropos parah, sehingga pembongkaran satu ruang kelas oleh pelaksana CV Rajata Putra Indah berdampak pada dua ruang kelas lainnya.
Menurut Yusri, kondisi sekolah ini belum pernah mendapat bantuan sebelumnya.
“Posisi atap atau hasbes sudah di bawah. Mestinya dilakukan uitzet dulu baru dibongkar, bukan malah dibongkar lebih dulu,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada 12 Januari 2026.
Pembongkaran tersebut menyebabkan keretakan karena kayu penyangga ruang kelas yang menyatu sudah rapuh, memaksa dua ruang kelas tambahan ikut diperbaiki demi keselamatan siswa.
Yusri menambahkan, berdasarkan konfirmasi dengan konsultan pengawas dan CV Rajata Putra Indah, dampak ini tidak terhindarkan karena satu unit kelas saling terhubung.
“Ditambah kondisi kayu atapnya yang sudah keropos dan rusak parah,” ungkapnya.
Pihak sekolah terpaksa menyesuaikan proses pembelajaran di tengah kegiatan mengajar yang masih berlangsung. Pelaksana proyek menjanjikan perbaikan cepat.
“Insyaallah dalam dekat ini kami sudah memasang kembali dua ruang kelas. Kalau dibiarkan seperti tempo hari, membahayakan proses belajar mengajar. Dampaknya kasihan siswa, takut ada korban karena sudah tidak layak ditempati,” tegas pelaksana, menekankan prioritas keselamatan siswa.
Kasus ini menyoroti urgensi pengawasan ketat proyek infrastruktur pendidikan, agar kelalaian prosedur tidak mengorbankan generasi muda. Awak Media terus memantau perkembangan.
Redaksi Asis





